Penanganan yang cepat dan tepat memberi pasien harapan besar untuk pulih dari serangan pertama stroke.
Maanfaat Komunitas Jalan Nordik
Di tempat sama, Penasihat KJN Abhinaya, Ir. Soehartono Soedibyo, M.Eng, menyatakan berdasarkan penelitian, sebelum aktivitas jalan nordik lebih baik didahului senam selam 20 menit lalu 40 menit berjalan kaki pakai tongkat “ski” itu.
Jalan nordik disebut memperlancar aliran darah dari kaki hingga kepala.
Hartono memberi catatan bahwa jalan nordik berdampak baik bagi jiwa raga manakala kecepatannya 2,7 kilometer/40 menit atau 1 meter/detik.
Mengutip hasil riset, Hartono mengungkapkan bahwa 84 persen manusia yang tidak bisa berdiri dalam posisi seimbanng satu kaki selama 10 detik tidak akan bisa bertahan hidup lebih dari 10 tahun.
Menurut Hartono, ada lima indikator kesehatan tubuh untuk dapat berumur panjang dan tetap sehat. Kelimanya adalah kekuatan tangan, keseimbangan tubuh, kecepatan jalan kaki, kelenturan otot, dan umur psikologis.
Ia menekankan pentingnya aktivitas jalan kaki secara berkelompok (komunitas). Sekitar 85 persen orang yang olahraga sendiri akan berhenti melanjutkan setelah 3 bulan. Mengapa?
“Berolahraga secara berkelompok lebih menyenangkan, gembira. Itulah sebabnya orang yang berolahraga secara berkelompok lebih awet berlatih daripada yang sendirian,” ujarnya.
Menjaga Kualitas Hidup
Ketua KJN Abhinaya, Indrawati Heru, mengharapkan anggotanya mendapatkan bekal pengetahuan yang memadai dari sarasehan tersebut.
“Itu sebagai bekal menjaga kualitas hidup kita agar tetap aman dan nyaman. Kita memang harus hati-hati di usia kita yang sudah lansia,” tutur Indrawati Heru.
Nordikers KJN Abhinaya yang mengisi deret dinding masjid terlihat antusias mengikuti sarasehan itu. Begitu dr. Wisnu mengakhiri paparan slide-nya, mengalir deras pertanyaan seputar penyakit tersebut.
“Saya mohon sarasehan (kesehatan) seperti ini sering-sering diadakan. Kita jadi tahu apa yang harus dilakukan untuk mencegah stroke atau bertindak ketika serangan mendadak itu terjadi,” ujar Dra. Siti Wahyuni, M.M.
Hadir dalam sarasehan kesehatan singkat namun berdampak itu, antara lain, Ketua KJN Semarang, Ir. H. Zaenal Achmad Johan, Dipl.HE beserta ibu, Penasihat KJN Abhinaya Mintasih, serta nordikers Abhinaya. ***

















