Sementara untuk armada Damkar sendiri, ia mengatakan tidak memungkinkan untuk menyiagakan di TPA karena armada yang terbatas.
“Armada Damkar ini terbatas jadi tidak memungkinkan untuk stand by, tapi tetap Damkar siap on call,” ujarnya.
Lebih lanjut, Handi juga meminta agar ada pendinginan yang dilakukan rutin di TPA Jatibarang untuk mengantisipasi kebakaran.
“Kami meminta secara rutin ada pendinginan jadi penyemprotan di lokasi-lokasi yang terindikasi rawan kebakaran jadi dinginkan secara berkala oleh Damkar,” jelasnya.
Dia juga mengingatkan agar petugas maupun pemulung yang masuk ke area TPA Jatibarang benar-benar melalui proses pemeriksaan di pintu masuk.
Ia mengingatkan semua petugas yang masuk ke dalam TPA tidak diperbolehkan merokok di area TPA. Pasalnya, puntung rokok menjadi salah satu penyebab kebakaran.
“Sebelum masuk area harus dipastikan tidak membawa rokok, korek karena penyebab utama biasa terjadi kebakaran itu dari puntung rokok. Harus ada pengecekan di setiap pintu masuk jangan sampai merokok di area TPA dan juga jangan ada pembakaran sekecil apapun tidak boleh dilakukan di dalam TPA,” pungkasnya.


















