Ketua Tim Pengabdian Polines Mulyono menjelaskan bahwa penerapan teknologi energi terbarukan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak infrastruktur lingkungan sekaligus memberikan rasa aman bagi para lansia.
“Penerapan teknologi tenaga surya ini kami hadirkan sebagai solusi penerangan hemat energi dan ramah lingkungan untuk mengatasi minimnya pencahayaan di area jalan penghubung pesantren, sehingga aktivitas malam hari para santri lansia dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan mandiri tanpa bergantung pada pasokan listrik konvensional,” ungkap Mulyono, Kamis, 5 November 2026.
Selain melakukan instalasi perangkat keras di titik-titik strategis, rangkaian program ini juga mencakup kegiatan survei kebutuhan, pelatihan teknis perawatan alat bagi pengurus pesantren, serta monitoring kinerja sistem secara berkala.
Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut, pengelola pesantren diharapkan memiliki kemandirian dalam merawat perangkat agar teknologi tepat guna ini dapat berfungsi secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
Inovasi penerapan energi bersih dari akademisi Polines ini diproyeksikan dapat menjadi model percontohan bagi lembaga sosial-keagamaan lainnya di wilayah Kabupaten Semarang.

















