“Perlu cukup waktu untuk menguasai percakapan agar bisa bekerja sebagai engineer di Jepang. Tapi saya percaya, jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh, semua hambatan itu bisa diatasi,” ujarnya.
Selama menjalani internship, kinerjanya mendapatkan penilaian yang baik dari perusahaan.
Hal itu membuka jalan bagi Abdillah untuk direkrut kembali setelah program berakhir.
Dari tiga mahasiswa yang menjalani internship, hanya dua orang yang akhirnya mendapat tawaran bekerja, dan Abdillah adalah salah satunya.
“Saya sangat senang karena bisa berkarier sebagai engineer di luar negeri dan mengembangkan diri saya lebih baik lagi. Jepang adalah negara maju yang memberikan banyak kesempatan, baik dari segi keilmuan maupun jenjang karier. Rasanya sangat membahagiakan bisa dipercaya untuk kembali,” tutur Abdillah.
Bagi Abdillah, pengalaman internship ini juga mengubah cara pandangnya dalam menatap masa depan.
Meski ia telah menyelesaikan studinya di Unsoed sebelum berangkat, kesempatan magang di Jepang membuatnya semakin berambisi untuk berkembang dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Ia bahkan memiliki rencana untuk melanjutkan studi sambil merintis karier di Jepang.
“Harapan saya, saya bisa bekerja dengan penuh keseriusan, berkembang lebih baik, dan mencapai target yang sudah saya rencanakan. Saya juga ingin melanjutkan studi di Jepang sambil meniti karier di sana,” ungkapnya.


















