Frits Yohanes mengungkapkan bahwa dirinya sudah lama mengenal dunia biliar. Ia mengajak seluruh atlet PWI Jateng untuk terus menjaga kekompakan, saling merangkul, serta konsisten menjaga semangat latihan dan kondisi fisik.
Menurutnya, fisik yang prima adalah kunci utama bagi pebiliar untuk mempertahankan kestabilan tubuh, ketajaman penglihatan, dan fokus selama turnamen berlangsung.
“Biliar itu butuh stamina kuat untuk mampu mengontrol bola, serta menempatkannya secara tepat dan presisi,” tegas Frits.
Sebagai bentuk motivasi nyata, Frits menyatakan siap memberikan bonus khusus bagi pebiliar PWI Jateng yang berhasil mengukir prestasi di Porwanas Lampung mendatang. Ia berharap tim biliar mampu membawa pulang medali emas.
“Tunjukkan prestasi dulu. Prestasi menentukan posisi,” tandasnya membakar semangat para atlet.
Sementara itu, Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana menilai kesediaan Frits Yohanes menjadi manajer tim merupakan angin segar sekaligus suntikan energi baru bagi para atlet biliar Jateng.
“Kami berterima kasih, maturnuwun, dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesediaan Pak Frits menjadi manajer tim biliar PWI. Kami yakin Pak Frits ingin sekali tim kita juara. Oleh karena itu, kita harus memperjuangkan apa yang menjadi harapan Pak Frits dengan cara latihan serius untuk meraih prestasi optimal. Pada Porwanas 2024 di Banjarmasin kita meraih medali perak, dan kini saatnya kita berjuang mengonversinya menjadi medali emas,” ujar pria yang akrab dipanggil Iwan tersebut.


















