Dirancang Beda, TPS Bugen Juga Jadi Sarana Edukasi Gerakan Sadar Lingkungan

Rumah Maggot di TPS Bugen Semarang. (matasemarang.com/Lia Dina)
Rumah Maggot di TPS Bugen Semarang. (matasemarang.com/Lia Dina)

“Kalau kita ingin perubahan dalam budaya bersih kota, prosesnya memang harus dimulai dari TPS. TPS ini harus hidup secara ekonomi, memberi manfaat bagi yang mengelola, dan berdampak bagi lingkungan,” tuturnya.

Menurut data profil pengelolaan limbah perkotaan, total timbulan sampah di Semarang mencapai lebih dari 1.200 ton per hari, dan hanya sebagian yang dikelola dengan prinsip 3R atau melalui pengumpulan formal.

Selain itu, sampah yang menyumbat saluran air dan sungai sering menjadi penyebab genangan saat musim hujan di kawasan timur kota, termasuk di wilayah sekitar Tlogosari. Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sampah yang sistematis dari tingkat RT/RW hingga kota.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Warak Ngendok dan Barongsai Meriahkan Parade Imlek Nusantara 2026

Kelurahan Tlogosari Wetan, dengan luas wilayah sekitar 1,25 km² dan struktur permukiman padat, menghadapi tantangan kolektif dalam mengelola sampah rumah tangga secara efisien.

Musim hujan dan dataran rendah di beberapa bagian wilayah menyebabkan bahan organik dan plastik yang dibuang sembarangan mudah terbawa oleh aliran air permukaan, memperparah permasalahan lingkungan.

Dengan diresmikannya TPS ini, diharapkan partisipasi aktif warga dalam pemilahan, pengurangan dan pemanfaatan ulang sampah akan meningkat.

Wilayah setempat bahkan telah dikenal turut menjalankan program bank sampah yang memberi nilai ekonomi terhadap sampah yang dikumpulkan, sehingga mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus melestarikan lingkungan.

BACA JUGA  Cuaca Kota Semarang Sabtu 30 Mei 2026, Siang Terik Cocok untuk Liburan

Agustina menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mengawal pengoperasian TPS ini dengan program pendampingan dan sosialisasi.

Pos terkait