Etana dan CanSino Uji Klinik Fase 1 Vaksin Inhalasi TBC di Indonesia

MATASEMARANG.COM – PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) bersama CanSino Biologics Inc. menapakkan langkah penting dalam produksi vaksin.

Perusahaan Indonesia dan China itu secara resmi memulai uji klinik fase I vaksin inhalasi tuberkulosis (TB) di Indonesia.

Vaksin penguat atau booster tuberkulosis melalui inhalasi ini merupakan vaksin berbasis adenovirus rekombinan tipe 5 manusia. Ini menjadi vaksin penguat TB inovatif secara global yang ditujukan bagi populasi yang telah menerima vaksin Bacillus calmette-guerin (BCG).

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Nilai Tukar Petani Melesat Jadi 125,35

“Melalui kolaborasi ini, kami berupaya menghadirkan generasi baru vaksin tuberkulosis yang dirancang untuk mencegah penyebaran penyakit tuberkulosis di Indonesia. Pelaksanaan uji klinis fase 1 ini merupakan langkah penting dalam pengembangan vaksin TB inovatif yang ke depannya akan diproduksi secara lokal,” kata Presiden Direktur Etana, Nathan Tirtana dalam keterangan pers yang diterima, Jumat.

CEO CanSino Biologics Inc., Dr. Xuefeng Yu menambahkan sebagai negara berkembang dengan beban tuberkulosis yang tinggi, Indonesia menghadapi tantangan yang serupa dengan banyak negara lain, termasuk China.

BACA JUGA  Dosen dan Tendik Semarang Diajak Laporkan SPT Tahunan Lebih Cepat

Menyadari hal tersebut, CanSino Biologics Inc. berkomitmen untuk menghadirkan solusi inovatif bagi permasalahan kesehatan masyarakat global, salah satunya melalui pengembangan vaksin TBC.

Berdasarkan hasil penelitian pra-klinis, pendekatan vaksin dengan metode inhalasi dinilai memiliki potensi yang lebih baik dibandingkan vaksin dengan metode injeksi. Melalui kolaborasi dengan PT Etana Biotechnologies Indonesia, pengembangan vaksin TB inhalasi ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju upaya pencegahan TBC yang lebih efektif dan berdampak luas.

Pos terkait