“Tuberkulosis masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat terbesar, terutama di negara-negara berkembang. Dari hasil penelitian kami, vaksin dengan metode inhalasi menunjukkan potensi perlindungan yang lebih kuat. Melalui kolaborasi dengan Etana, kami ingin mempercepat inovasi dan menghadirkan vaksin ini bagi mereka yang paling membutuhkan, menuju masa depan di mana TBC tidak lagi menjadi ancaman,” kata Dr. Yu disitat Antara.
Uji klinis ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc., Sp.P(K), dengan pelaksanaan di dua rumah sakit, yaitu RS Islam Jakarta Cempaka Putih dan RSUP Persahabatan. Sebanyak 36 partisipan sehat berusia 18–49 tahun akan menjalani vaksinasi melalui inhalasi menggunakan nebulizer, metode inovatif yang menargetkan imunitas mukosal saluran pernapasan, pintu masuk utama infeksi TB.
Hingga saat ini, vaksin BCG merupakan satu-satunya vaksin yang tersedia untuk tuberkulosis. Walaupun memberikan perlindungan terhadap bentuk TB berat pada bayi dan anak usia dini, vaksin ini tidak efektif dalam melindungi orang dewasa maupun anak-anak dari TB paru.
Tuberkulosis masih menjadi salah satu tantangan kesehatan global terbesar. Delapan negara, termasuk Indonesia, menyumbang sekitar 68 persen dari total kasus TB di dunia. Tanpa inovasi dan langkah pencegahan baru, target eliminasi TB pada tahun 2030 akan sulit tercapai.
Melalui pelaksanaan uji klinis ini, Etana dan CanSino berkomitmen memperkuat inovasi, kolaborasi, serta kemandirian industri kesehatan Indonesia, mendukung percepatan eliminasi TB dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.


















