“Jadi kalau memang harus diaktifkan, alternatifnya kami (Trans Semarang) harus muter dulu lurus sampai Kaliwungu. Kalau muter akan ada tambahan anggaran karena jarak tempuh semakin panjang harus sampai lingkar Kaliwungu, ini jadi pertimbangan kami,” jelasnya.
Sementara itu, untuk mengakomodir wisatawan Semarang Zoo yang turun di Terminal Mangkang, pihaknya berencana akan melakukan kolaborasi dengan Semarang Zoo untuk menyediakan angkutan khusus bagi wisatawan.
“Kami ini sudah ada komunikasi dengan Semarang Zoo berkaitan dengan pengadaan transportasi khusus dari terminal Mangkang ke Semarang Zoo. Ada inovasi dari pihak Semarang Zoo tapi memang sampai hari ini belum ditindaklanjuti,” tuturnya.
Selain itu, Trans Semarang berencana melakukan kerjasama dengan Semarang Zoo, yakni adanya diskon tiket masuk Semarang Zoo bagi pengunjung yang sudah rutin menggunakan BRT Trans Semarang.
“Jadi khusus penumpang BRT yang sudah melakukan perjalanan 10 kali misalnya nanti dapat diskon untuk masuk Semarang Zoo. Jadi dua rencana ini masih kita lakukan pembahasan dengan Semarang Zoo,” ujarnya.
Disinggung tentang rencana ke depan apakah Halte BRT Semarang Zoo akan bisa difungsikan kembali, Haris mengatakan harus ada pengkajian ulang agar pengaktifan kembali halte bisa tepat sasaran.
“Kami akan kaji dulu kalau rencana pengaktifan. Kami tidak mau gegabah ambil kebijakan, karena khawatir nanti justru tidak dapat semua dan rugi semua,” pungkasnya.


















