Kasus Kecelakaan Kerja di Jateng Terus Melonjak

MATASEMARANG.COM – Kasus kecelakaan kerja di Jawa Tengaj selama 4 tahun terakhir ini bertambah banyak. Bahkan pada tahun 2025 mengalami lonjakan kasus dibanding tahun sebelumnya.

Lonjakan kasus kecelakaan kerja itu menjadi sorotan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Taj Yasin mendesak kalangan perusahaan mengintensifkan pembudayaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jateng dan DIY, angka kecelakaan kerja terus meningkat dalam 4 tahun terakhir, yaitu 15.408 kasus pada 2022; 18.225 kasus pada 2023; 21.828 kasus pada 2024; dan melonjak menjadi 32.870 kasus pada 2025.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Sopir Tertidur, Sesama Bus Transjakarta Adu Banteng, 24 Penumpang Luka

“Kepada dunia usaha, akademisi, dan pekerja, jadikanlah pembudayaan K3 melalui penguatan regulasi, pengawasan, dan pembangunan ekosistem K3 yang modern serta adaptif,” katanya, di Semarang, Senin.

Hal tersebut disampaikan sosok yang akrab disapa Gus Yasin tersebut saat kegiatan Peringatan Bulan K3 Tahun 2026 Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Ia menjelaskan bahwa pembudayaan K3 berarti menjadikan keselamatan sebagai nilai dan perilaku, bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan.

Hal itu tercermin dari kesadaran pekerja menggunakan alat pelindung diri, keberanian pimpinan menghentikan pekerjaan yang berbahaya, serta tumbuhnya tanggung jawab bersama atas keselamatan di tempat kerja.

BACA JUGA  Korban Banjir Sumatera: 708 Meninggal, 499 Jiwa Hilang

Budaya K3, kata dia, hanya dapat terwujud melalui kepemimpinan yang kuat, sistem yang konsisten, pendidikan dan pembinaan yang berkelanjutan, dan harus terintegrasi dengan sistem perusahaan.

“Sebab, setelah kita telusuri, ternyata kecelakaan itu banyak terjadi di luar tempat bekerja. Artinya, dalam proses perjalanan, termasuk faktor kesehatan yang menimbulkan kematian. Ini yang saat ini masih menjadi concern kita bersama,” katanya.

Pos terkait