Hal senada disampaikan dr. Sari Quratul Ainy, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Semarang. Ia menyebutkan secara cakupan, kepesertaan JKN di Kota Semarang telah menjangkau 100 persen penduduk, dengan tingkat keaktifan peserta berada di atas 80 persen.
“Penghargaan ini diberikan kepada pemerintah daerah yang menunjukkan keseriusan dalam menyukseskan program JKN, termasuk keberpihakan dalam penganggaran. Untuk Kota Semarang, capaian ini menunjukkan koordinasi yang sangat baik antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” tutur Sari.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut diharapkan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta produktivitas warga Kota Semarang.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa penghargaan UHC Award kategori Madya menjadi trigger atau pemicu untuk melakukan evaluasi dan percepatan langkah ke depan. Target Pemerintah Kota Semarang adalah mencapai keaktifan JKN 100 persen.
“Kita mendapatkan kategori Madya karena capaian 85 persen. Ini menjadi trigger bagi kami untuk bergerak lebih cepat. Kendala yang masih ada akan segera kita petakan dan carikan solusinya. Sepulang dari sini, kami langsung melakukan rapat. Terima kasih kepada seluruh tenaga medis dan administrator yang telah berkontribusi,” kata Agustina.
Secara nasional, UHC Award 2026 diberikan kepada 31 provinsi dan 397 kabupaten/kota yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendukung Program JKN. Penilaian dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan cakupan kepesertaan, tingkat keaktifan peserta, pendaftaran segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) pemerintah daerah, serta kepatuhan pembayaran iuran hingga September 2025.


















