Kunjungan Wisata Jateng Naik 5,25 Persen, Kota Lama Semarang Favorit

Kawasan Kota Lama Semarang. (matasemarang.com/Lia Dina)
Kawasan Kota Lama Semarang. (matasemarang.com/Lia Dina)

“Terjadi pergeseran dari wisata alam ke wisata urban dan ikon destinasi. Selain itu, wisatawan juga lebih mencari pengalaman yang kuat secara visual,” ujarnya.

Fenomena itu, lanjut Hanung, dikenal sebagai visual tourism, di mana wisatawan memilih destinasi yang instagramable, dan memiliki nilai estetika tinggi untuk dibagikan di media sosial.

Menurutnya, data juga menunjukkan lonjakan kunjungan mulai terjadi sejak H-1, hingga puncaknya di H+2. Hal tersebut menunjukkan, masa libur pascalebaran masih menjadi waktu favorit masyarakat untuk berwisata.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Rehabilitasi Gereja Blenduk Selesai

Selain perubahan selera wisatawan, faktor klimatologi turut memengaruhi pergerakan kunjungan. Cuaca yang kurang bersahabat di sejumlah daerah pegunungan, membuat wisatawan beralih ke destinasi yang lebih aman dan nyaman.

Ke depan, Disbudparekraf Jateng menilai, pentingnya pengelola destinasi wisata untuk beradaptasi dengan tren baru ini.

“Penguatan konsep experience dan visual menjadi kunci untuk menarik wisatawan, terutama generasi muda,” tandasnya. ***

Pos terkait