Lestarikan Budaya, Wali Kota Jadikan Kirab KH Sholeh Darat sebagai Agenda Rutin

Menurut Agustina, pembangunan kota tidak hanya berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga tentang pembangunan jiwa masyarakat. Kirab budaya KH Sholeh Darat menjadi simbol bagaimana nilai spiritual, sejarah, dan budaya dapat dihadirkan kembali sebagai fondasi pembangunan yang utuh.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Semarang ingin memastikan bahwa generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya. Kirab budaya menjadi medium yang efektif untuk mengenalkan sejarah lokal secara kontekstual, menarik, dan mudah diterima oleh masyarakat luas.

BACA JUGA  Rekor LEPRID 4478 Mangkuk di Soto Vaganza Meriahkan HUT Kota Semarang 2025: Ada Semarang Night Carnival

Dengan konsistensi pelaksanaan kirab budaya KH Sholeh Darat setiap tahun, Kota Semarang menegaskan posisinya sebagai kota yang tidak hanya bergerak maju secara fisik, tetapi juga kokoh dalam menjaga jati diri, nilai, dan warisan leluhur.

Bacaan Lainnya

Selain mendukung kegiatan kirab budaya ini, Pemkot Semarang juga terus mengawal usulan KH Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional.

Pos terkait