Menurut Agustina, pembangunan kota tidak hanya berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga tentang pembangunan jiwa masyarakat. Kirab budaya KH Sholeh Darat menjadi simbol bagaimana nilai spiritual, sejarah, dan budaya dapat dihadirkan kembali sebagai fondasi pembangunan yang utuh.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Semarang ingin memastikan bahwa generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya. Kirab budaya menjadi medium yang efektif untuk mengenalkan sejarah lokal secara kontekstual, menarik, dan mudah diterima oleh masyarakat luas.
Dengan konsistensi pelaksanaan kirab budaya KH Sholeh Darat setiap tahun, Kota Semarang menegaskan posisinya sebagai kota yang tidak hanya bergerak maju secara fisik, tetapi juga kokoh dalam menjaga jati diri, nilai, dan warisan leluhur.
Selain mendukung kegiatan kirab budaya ini, Pemkot Semarang juga terus mengawal usulan KH Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional.

















