Lewat Program Smart Edufishery, Mahasiswa Unwahas Belajar Budidaya Ikan di BBI Mijen

Mahasiswa Agribisnis Unwahas saat mengamati proses budidaya ikan dalam program Smart Edufishery di BBI Mijen Kota Semarang (foto: Dinas Perikanan Kota Semarang)
Mahasiswa Agribisnis Unwahas saat mengamati proses budidaya ikan dalam program Smart Edufishery di BBI Mijen Kota Semarang (foto: Dinas Perikanan Kota Semarang)

MATASEMARANG.COM – Dinas Perikanan Kota Semarang menerima kunjungan edukasi dari puluhan mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang.

Kegiatan pembelajaran luar ruang ini dilangsungkan di kawasan Balai Benih Ikan (BBI) Mijen, Kota Semarang, pada Rabu, 8 Juli 2026.

Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk menjembatani teori akademik kampus dengan praktik riil di sektor perikanan darat, khususnya dalam tata kelola pembenihan dan manajemen agribisnis modern.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Kostum Semakin Berat Akibat Guyuran Hujan, Heri Pari Tetap Tampil Memukau

Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang Soenarto menyatakan bahwa fasilitas BBI Mijen kini telah dioptimalkan sebagai pusat pembelajaran praktis yang terbuka bagi kalangan akademisi dan generasi muda.

“Melalui program inovatif Smart Edufishery (Sunfish), BBI Mijen berkomitmen penuh untuk menjadi wadah edukasi perikanan perkotaan yang modern. Kami berharap ruang belajar ini dapat menumbuhkan minat serta semangat generasi muda untuk mendalami dan mencintai dunia perikanan serta agribisnis,” ungkap Soenarto.

Mengenal Konsep Smart Edufishery (Sunfish)

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para mahasiswa Unwahas diberikan pemaparan mengenai implementasi Sunfish, sebuah sistem pengelolaan perikanan berbasis perkotaan yang mengintegrasikan teknologi pembenihan efisien dengan konsep edukasi publik.

BACA JUGA  Pemkot Semarang Kirim Tujuh Armada Bus Mudik ke Jakarta

Para peserta diajak melihat langsung proses pemijahan, pemeliharaan benih unggul, hingga pengelolaan rantai pasok distribusi komoditas perikanan.

Pola pendekatan ini diharapkan mampu membuka cakrawala berpikir mahasiswa mengenai potensi ekonomi dan ketahanan pangan di wilayah urban.

Pos terkait