Tim ini digawangi oleh Maya Qisthina Gaissani (Ketua), Maeza Dhenta Purniawan, Mochammad Wibisono Faizun Sunarko, M. Dio Pratama, David Auza Sitanggang, dan Inas Taqiyyah.
Mereka mengembangkan mobil listrik berbasis Aluminum-Air Batteries yang tidak hanya berdaya energi tinggi dan nol emisi, tetapi juga dilengkapi sistem pemberhentian otomatis berbasis reaksi iodine clock dan sensor laser dengan akurasi tinggi.
Kedua tim ini merepresentasikan semangat dan kompetensi mahasiswa Vokasi UNDIP dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip rekayasa kimia dengan inovasi teknologi berkelanjutan.
“Prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa vokasi mampu bersaing di kancah global. Kami ingin menunjukkan bahwa riset terapan dari vokasi juga mampu menciptakan solusi konkret atas tantangan lingkungan dan energi masa depan,” ujar Maulana, perwakilan tim Ramayana.
Keberhasilan ini tak lepas dari bimbingan dosen pembina, Abdullah Malik Islam Fillardli, S.T., M.T., yang secara intensif mendampingi proses riset, eksperimen, hingga penyusunan karya ilmiah kedua tim.
Peran pembimbing menjadi salah satu kunci sukses tim Kayovoks Chem-E-Car UNDIP dalam meraih pengakuan internasional.
Apresiasi tinggi juga diberikan kepada Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro dan Laboratorium Teaching Factory, yang berperan sebagai pusat pengembangan dan pengujian teknologi.
Kemenangan ini semakin menegaskan posisi Kayovoks Chem-E-Car UNDIP sebagai pelopor inovasi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Sekaligus inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan teknologi hijau berkelanjutan.


















