MATASEMARANG.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan komitmennya memperkuat budaya kerja berintegritas dengan meneladani semangat perjuangan R.A. Kartini.
Ketua Dewan Audit sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK Sophia Wattimena menekankan peran strategis perempuan dalam penguatan tata kelola, baik di sektor publik maupun jasa keuangan.
Namun, ia juga menyoroti tantangan kesetaraan dan kasus kekerasan berbasis gender.
“Sekitar 57 persen ASN adalah perempuan, tetapi sepanjang 2025 tercatat lebih dari 1.000 kasus kekerasan berbasis gender, dengan 80 persen korbannya perempuan,” ujarnya dalam Inspiring Talkshow “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas” di Pendopo Museum R.A. Kartini, Senin 20 April 2026.
Menurut Sophia, perempuan memiliki kontribusi fundamental dalam membangun generasi berintegritas, mulai dari peran sebagai pendidik pertama di keluarga hingga pengelola ekonomi rumah tangga. Ia menegaskan bahwa integritas harus ditanamkan sejak dini.
Menteri PAN-RB Rini Widyantini yang hadir secara daring menambahkan bahwa integritas merupakan fondasi kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Ia menyoroti pentingnya pengelolaan konflik kepentingan, sebagaimana diatur dalam Permen PAN-RB Nomor 17 Tahun 2024.
“Tanpa integritas, kebijakan yang baik bisa kehilangan legitimasi,” tegasnya.
Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA Amurwani Dwi Lestariningsih juga menekankan perlunya perempuan bersikap tegas dan jujur dalam meraih cita-cita, sambil tetap menjaga etika dan integritas.

















