DBD Bisa Berlanjut ke Dengue Shock Syndrome, Waspadai Gejalanya

Ilustrasi nyamuk penyebab demam berrdarah (pixabay/ MikuAalto)
Ilustrasi nyamuk penyebab demam berrdarah (pixabay/ MikuAalto)

MATASEMARANG.COM – Direktur RSUD Kalisari Kabupaten Batang dr. Muhammad Ali Balki mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Jika tidak segera ditangani, DBD dapat berkembang menjadi komplikasi serius berupa Dengue Shock Syndrome (DSS).

“DBD harus diwaspadai, terutama oleh orang tua. Bila tidak segera ditindak, bisa berlanjut menjadi DSS. Salah satu cirinya adalah muncul bintik merah pada kulit anak,” jelasnya dikutip dari laman resmi Pemkab Batang.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Putri KW Gagal ke Semifinal Japan Open 2025

DSS merupakan infeksi Dengue yang ditandai gangguan sirkulasi darah. Kondisi ini lebih sering menyerang anak di bawah usia 10 tahun dan berpotensi fatal.

Gejala awal biasanya muncul setelah demam DBD menurun pada hari ke-2 hingga ke-7. Pada fase ini, trombosit menurun drastis hingga di bawah 100.000 per mm³, bahkan bisa mencapai 20.000 per mm³, sementara hematokrit meningkat.

Menurut dr. Ali, penanganan di rumah sakit dilakukan dengan pemantauan ketat, termasuk pemeriksaan darah harian untuk memantau trombosit.

BACA JUGA  Waspadai, Infeksi Berulang DBD Bisa Lebih Berbahaya

“Kadang trombosit sudah membaik, tiba-tiba menurun lagi. Karena itu pemeriksaan rutin menjadi SOP yang wajib dilakukan,” tegasnya.

Selain itu, pasien dianjurkan banyak istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, dan memperbanyak minum air putih.

Dampak DSS biasanya meninggalkan lebam di tangan akibat pembekuan darah, namun kondisi ini dapat pulih dalam 1–3 minggu dengan perawatan sederhana seperti kompres air hangat.

dr. Ali menekankan pentingnya edukasi masyarakat agar mengenali tanda-tanda DBD dan DSS sejak dini.

Pos terkait