Terkait krisis air bersih, pasokan air bersih sebenarnya masih tersedia di tandon penampungan utama, namun air belum bisa naik ke lantai-lantai atas.
“Air sejak hari kebakaran belum mengalir ke atas. Air di tandon bawah masih ada dan bisa digunakan, warga yang tinggal di hunian atas terpaksa harus turun dan mengangkut air secara manual menggunakan ember dari tandon bawah,” keluhnya.
Minta Audit Genset dan Sistem Hidran Rusunawa
Berkaca dari fatalnya dampak kebakaran kemarin, pihak pengurus warga mendesak Pemerintah Kota Semarang dan instansi terkait untuk melakukan audit serta pengecekan ulang terhadap seluruh sistem proteksi kebakaran dan sarana penunjang di Rusunawa Kudu.
“Kemarin saat kejadian baru ketahuan kalau alat-alat darurat seperti genset dan hidran tidak berfungsi. Kami mohon dengan sangat agar peralatan itu dicek kembali,” tegas Noviani.
Sementara itu, Kepala Dinas Permukiman Kota Semarang Murni Ediati saat ini telah melihat langsung kondisi Rusunawa Kudu usai insiden kebakaran akhir pekal lalu.
Dia mengatakan akan segera melakukan perbaikan dan memulihkan fasilitas Rusunawa Kudu.
“Dari Disperkim akan segera memperbaiki kerusakan yang diakibatkan kebakaran dan segera memulihkan fasilitas, listrik dan air bersih,” terangnya.
Dia juga berharap, warga lebih waspada terhadap potensi terjadinya kebakaran, terlebih saat memasuki puncak musim kemarau seperti saat ini.

















