MATASEMARANG.COM – Pihak SMK Negeri 6 Semarang memastikan kondisi para siswa dan guru yang mengalami gejala mual, pusing, hingga diare usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah semakin membaik.
Pihak sekolah juga memberikan kebijakan dispensasi belajar bagi siswa yang masih dalam proses pemulihan.
Kepala SMKN 6 Semarang Berti Sagendra mengatakan bahwa dari ratusan korban yang terdampak, sebagian besar di antaranya tidak membutuhkan perawatan intensif dan telah berangsur pulih.
“Per hari ini, Senin 3 Agustus 2026, kondisi anak-anak dan guru alhamdulillah sudah mulai membaik. Beberapa murid yang dirawat kondisinya semakin baik dan banyak yang sudah boleh pulang,” kata Berti, Senin, 3 Agustus 2026.
Saat gejala pertama kali muncul pada Kamis 30 Juli 2026 malam lalu, pihak sekolah langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang.
Dari data awal, tercatat ada 42 siswa yang membutuhkan perawatan medis, dengan 13 anak dirawat inap pada hari pertama.
Hingga Minggu 2 Agustus 2026 sore, tersisa 10 siswa yang masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Untuk memastikan kesehatan para siswa menjadi prioritas utama, sekolah memberikan kelonggaran izin.
“Pembelajaran hari ini kita beri dispensasi. Beberapa anak yang masih dirawat memang tidak masuk, termasuk yang rawat jalan juga ada yang belum masuk. Kami masih menunggu rekap data jurnal,” tuturnya.
Gelombang laporan gejala ini berawal dari menu santap siang MBG pada hari Kamis yang berisi nasi, ayam rendang, tahu krispi, dan sayur daun singkong. Mual dan mules melilit dirasakan berjenjang oleh para siswa dan guru dari Kamis malam hingga Jumat pagi.

















