Gandeng 15 Sekolah, Dinkes Semarang dan Immoderma Cetak Agen Edukasi Kesehatan Fisik dan Mental Remaja

  • Dinkes Kota Semarang dan Immoderma berikan edukasi kesehatan fisik dan mental kepada para remaja dengan mengajak 15 sekolah
  • Dihadirkan langsung psikolog untuk dan dokter spesialis untuk menjawab permasalahan yang lekat ddengan remaja masa kini

MATASEMARANG.COM — Guna memastikan pesan edukasi kesehatan fisik dan mental dapat menjangkau lingkungan sekolah secara berkelanjutan, Dinas Kesehatan Kota Semarang berkolaborasi dengan Immoderma menggelar kegiatan Fun Health Teens “Remaja Hebat” di Oak Tree Emerald Semarang.

Melalui konsep interaktif “Learn – Experience – Create – Share”, program ini menggandeng perwakilan dari 15 SMA/SMK se-Kota Semarang yang terdiri atas 30 siswa dan 15 guru pendamping. Sinergi ini dirancang untuk mencetak para peserta menjadi agen edukasi (peer educator) yang siap menyebarkan pemahaman kesehatan bagi teman sebaya di sekolah masing-masing.

BACA JUGA  Lewat Program Smart Edufishery, Mahasiswa Unwahas Belajar Budi Daya Ikan di BBI Mijen

Perwakilan Immoderma Ina menjelaskan bahwa keterlibatan Immoderma merupakan wujud komitmen sosial dalam memberikan kontribusi nyata yang melampaui sekadar layanan perawatan estetika.

Bacaan Lainnya

“Bagi kami, Immoderma bukan hanya tentang kecantikan, tetapi juga tentang kepedulian. Sejalan dengan semangat kami ‘Immoderma Berbagi, Immoderma Peduli, karena Immoderma Cantik dari Hati’, kami ingin hadir membekali remaja agar lebih memahami dirinya, bijak merawat kulit, dan cerdas menyikapi informasi kesehatan di era digital,” ujar Ina, Sabtu, 19 Desember 2026.

BACA JUGA  Perayaan Paskah Kota Semarang, Berikut Detail Acara dan Rute Karnaval 2025

Mengusung tema utama “Smart Scrolling, Love Your Health”, kegiatan ini merespon berbagai persoalan nyata yang membayangi keseharian generasi muda, mulai dari maraknya hoaks kesehatan, kecemasan, cyberbullying, hingga standar kecantikan tak realistis di media sosial.

Peserta memperoleh pembekalan langsung dari psikolog dan dokter spesialis kesehatan jiwa mengenai pentingnya penerimaan diri (self-acceptance) dan kesehatan mental.

Pos terkait