Menanggapi perlindungan data pribadi masyarakat pada platform terintegrasi tersebut, Guru Besar Sistem Informasi Unika Soegijapranata Semarang Prof. Ridwan Sanjaya mengapresiasi terobosan Pemkot Semarang.
Menurutnya, pemanfaatan data publik dalam satu pintu memang wajib diimbangi dengan pembatasan akses dan sistem keamanan tingkat tinggi.
“Aplikasi yang mengakses data pribadi harus dipastikan aman dan dibatasi penggunaannya. Pemkot Semarang dari sisi keamanan sudah mengantongi sertifikasi ISO 27001. Artinya, ada standar keamanan teruji yang diterapkan, sehingga ini jadi jaminan bahwa penggunaan aplikasi SDG’s aman dan masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Prof. Ridwan.
Di sisi lain, keandalan aplikasi layanan publik tidak hanya diukur dari keamanan data, tetapi juga dari efektivitas penyelesaian masalah di lapangan.
Pengamat Teknologi dari STEI ITB Prof. Suhadi menekankan bahwa tantangan utama dari aplikasi smart city terletak pada kecepatan respon terhadap laporan warga.
“Makin cepat pengaduan masyarakat bisa direspons, makin cepat aplikasi tersebut diterima dan dipercaya oleh publik. Pemkot Semarang bisa memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses analitik dan pengambilan keputusan agar penanganan pengaduan warga menjadi lebih cerdas, tepat, dan cepat,” ujar Prof. Suhadi.
Diskominfo Kota Semarang menyatakan akan terus menggencarkan sosialisasi aplikasi SDG’s ke kalangan pelajar dan masyarakat luas. Pemkot optimistis jumlah pengunduh akan terus bertambah seiring peningkatan kualitas layanan dan jaminan keamanan data yang makin solid. [AZM]


















