Dokter: Mengonsumsi Rutin Obat Hipertensi Tidak Merusak Ginjal

  • Orang Indonesia kalau ketahuan hipertensi itu bilang, ‘Saya makan obat terus-terusan nanti sakit ginjal’. Padahal yang terus berhenti minum obatnya atau belang-betong (tidak teratur), dia yang sakit ginjal

MATASEMARANG.COM – Selama ini ada mitos bahwa mengonsumsi rutin obat hipertensi dalam jangka panjang punya risiko gangguan ginjal. Padahal, hipertensi yang tidak terkontrol itulah justru yang berbahaya.

Dokter spesialis jantung konsultan aritmia dan kardiologi intervensi Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, meluruskan anggapan bahwa konsumsi obat hipertensi dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

BACA JUGA  Unsoed Edukasi Warga Soal Hipertensi dan Diabetes Mellitus

Guru Besar Kardiologi dan Aritmia Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu mengatakan justru hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal sehingga pasien perlu mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter untuk menjaga tekanan darah tetap terkendali.

Bacaan Lainnya

“Orang Indonesia kalau ketahuan hipertensi itu bilang, ‘Saya makan obat terus-terusan nanti sakit ginjal’. Padahal yang terus berhenti minum obatnya atau belang-betong (tidak teratur), dia yang sakit ginjal,” kata Prof. Yoga saat ditemui setelah konferensi pers peringatan “Hari Jantung Sedunia – Deteksi Dini Aritmia dan Rekomendasi Prosedur untuk Tingkatkan Kualitas Hidup” di Jakarta, Selasa.

BACA JUGA  Pasien Hipertensi Susah Tidur? 5 Mahasiswi Unimus Punya Solusi

Menurut dia, kekhawatiran tersebut dapat membuat pasien menghentikan atau tidak rutin mengonsumsi obat hipertensi sehingga tekanan darah tidak terkontrol.

Ia menegaskan kerusakan ginjal pada kondisi tersebut justru berkaitan dengan hipertensi yang tidak terkendali, bukan penggunaan obat untuk mengontrol tekanan darah sebagaimana yang dikhawatirkan sebagian masyarakat.

“Yang bikin sakit ginjal, hipertensinya yang tidak terkontrol, bukan karena minum obat yang membuat tensinya jadi terkontrol dan dia jadi tidak sakit ginjal,” ujarnya dikutip Antara.

Pos terkait