Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita tanpa terkecuali.
“Kita ingin anak-anak ini tetap percaya bahwa masa depan mereka cerah. Tugas kita bersama, pemerintah dan masyarakat, adalah memastikan mereka mendapatkan dukungan, kasih sayang, serta kesempatan yang sama untuk berkembang menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak baik,” terangnya.
Selain menyerahkan santunan, Agustina juga meluncurkan aplikasi E-Sankem sebagai bentuk nyata upaya Pemkot Semarang menghadirkan pelayanan yang lebih cepat dan humanis bagi masyarakat.
Melalui inovasi digital tersebut, proses pengajuan santunan kematian yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat dilakukan secara elektronik dan terintegrasi.
Langkah ini memungkinkan warga memperoleh pelayanan secara lebih mudah, cepat, transparan, dan dapat dipantau secara real time.
Menurut Agustina, transformasi digital harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama mereka yang sedang menghadapi situasi sulit.
“Saat keluarga sedang berduka, mereka seharusnya tidak dibebani proses birokrasi yang panjang dan berbelit. Pemerintah harus hadir membantu, mempermudah, dan memberikan pelayanan yang cepat sehingga masyarakat dapat fokus mendampingi keluarganya,” tegasnya.
Peluncuran E-Sankem menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Inovasi ini sekaligus menunjukkan bahwa digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang bagaimana pemerintah dapat melayani warga dengan lebih baik dan lebih manusiawi.

















