Pemkot Semarang pada 2026 Siapkan Rp700 Miliar untuk Perkuat Dua Sektor Ini

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng. (matasemarang.com/Lia Dina)
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng. (matasemarang.com/Lia Dina)

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah faktor kunci dalam mendukung pencapaian target pembangunan, termasuk pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan ekstrem.

Di tingkat daerah, alokasi anggaran ini secara khusus dirancang selaras dengan peta jalan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang untuk 2025–2030. Dalam dokumen perencanaan tersebut, tahun 2026 secara tegas difokuskan untuk pembangunan di bidang pangan dan lingkungan.

Adapun tahapan prioritas pembangunan Kota Semarang hingga 2030 adalah:

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Iuran Kebersamaan untuk Mbak Ita Hanya Diketahui Sampai Level Kabid Bapenda

· 2025: Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM)
· 2026: Pangan dan Lingkungan
· 2027: Pengembangan Perekonomian dan Pariwisata
· 2028: Infrastruktur Strategis
· 2029: Daya Saing Kota
· 2030: Semarang sebagai Pusat Ekonomi yang Maju dan Berkelanjutan

Pengawasan dan Komitmen Berkelanjutan

Untuk memastikan anggaran disusun tepat sasaran, DPRD Kota Semarang akan melaksanakan fungsi pengawasannya. Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman, menegaskan komitmen dewan. “Bervariasi tanggapannya, itu kewajiban DPRD itu harus memberikan tanggapan sesuai dengan perintah partainya untuk melakukan fungsi kontrol,” jelasnya.

BACA JUGA  Kebakaran di Kota Lama, Pemkot Perketat SOP Penggunaan Bangunan Cagar Budaya

Dengan langkah ini, Pemkot Semarang tidak hanya menunjukkan komitmennya untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan sosial, tetapi juga ketahanan dalam menghadapi realitas tantangan fiskal yang dihadapi banyak daerah di Indonesia. (AZM)

Pos terkait