Pemkot Semarang Sosialisaikan Vasektomi untuk Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk

Ilustrasi operasi vasektomi (pixabay/ sasint)
Ilustrasi operasi vasektomi (pixabay/ sasint)

MATASEMARANG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berupaya mengendalikan laju pertumbuhan pendudukan, salah satunya dengan vasektomi.

Kepala Disdalduk KB Kota Semarang, Lilik Farida menyampaikan, program Keluarga Berencana saat ini masih didominasi untuk kaum perempuan.

Sementara untuk vasektomi jumlahnya masih sangat kecil, yakni di angka nol koma.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Cuaca Semarang Rabu 15 Oktober 2025: Hujan Ringan Sore, Waspadai Genangan dan Angin Kencang

Program KB yang dijalankan masyarakat Semarang kebanyakan adalah non-MKJP (metode kontrasepsi jangka panjang) dan didominasi kaum perempuan.

“Metode KB non MKJP ini meliputi suntik maupun konsumsi pil KB,” ujar Lilik, Rabu 14 Mei 2025.

Untuk sosialisasi vasktomi ini, Disdalduk KB Kota Semarang menggandeng beberapa pihak lainnya.

“Kami kerjasama dengan TNI, paguyuban pria, untuk menyosialisasikan KB vasektomi. Harapannya, dapat membuka wawasan, terutama nagi pasangan usia subur terkait beragam jenis KB yang bisa digunakan,” tuturnya.

BACA JUGA  Semarang Hujan Merata Hari Ini Senin 17 November 2025

Disdalduk KB juga telah mempromosikan KB vasektomi pada momentum peringatan Hari Kartini. Kala itu dihadirkan langsung para pria yang melakukan vasektomi.

“Harapannya bisa memberikan gambaran terkait KB tersebut. Ada 20 pria yang mengikuti KB vasektomi pada saat itu,” terangnya.

Lilik mengatakan, upaya ini adalah salah satu langkah untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Tak hanya itu, melalui KB juga bisa memberi jeda waktu bagi perempuan agar kehamilan tidak terjadi dalam waktu dekat. 

BACA JUGA  Baznas Semarang Bantu Siswa Kurang Mampu Tebus Ijazah

“Selama ini banyak kehamilan dengan jarak dekat yang dapat meningkatkan risiko stunting,” ungkapnya.

Di sisi lain, Disdalduk KB juga terus melakukan promosi edukasi ke sekolah-sekolah guna mencegah kehamilan usia dini.

Pos terkait