“Tidak hanya menanam, kami Masyrakat untuk ikut merawat, dan kami juga akan rutin cek langsung apakah mungkin kurang pupuk atau apa dan kami akan berikan support. Hasilnya juga bisa dinikmati oleh masyarakat sehingga kami pilih tanaman buah seperti mangga dan alpukat untuk ditanam,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Konservasi Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang Priyatna menyampaikan terima kasih kepada PT A&E Indonesia atas kontribusinya terhadap penghijauan di Ibu Kota Jawa Tengah ini.
Ia mengatakan, wilayah Karangmalang, Mijen sengaja dipilih karena beberapa alasan setelah dilakukan survey oleh tim DLH.
“Selama 2 minggu kami survey lokasi mana yang cocok untuk penanam. Kami ke TBRS tapi tidak memungkinkan karena kemiringan curam, kemudian hutan kota tidak strategis. Akhirnya di Karangmalang karena kurang hijau dan tanaman banyak mati, apalagi ini daerah hulu maka perlu dilakukan penghijauan,” jelas Priyatna.
Menurutnya pemilihan lokasi juga disesuaikan dengan pohon yang akan ditanam. Di Semarang sendiri, tempat yang membutuhkan konservasi tidak hanya di daerah hulu saja, tapi juga di hilir seperti daerah pesisir yang juga membutuhkan penghijauan dengan jenis tanaman yang bisa disesuaikan.
“Tidak hanya hulu saja yang perlu dihijaukan tapi juga daerah pesisir butuh penanaman juga. Tapi kita sesuaikan dengan tanamannya,” pungkasnya.
















