Langkah ini menunjukkan dukungan penuh Semarang Zoo terhadap upaya pemerintah dan instansi konservasi dalam menciptakan lingkungan konservasi yang etis, bertanggung jawab, dan berfokus pada kesejahteraan satwa.
Keputusan tersebut juga sejalan dengan contoh implementasi kebijakan serupa yang dilakukan lembaga konservasi lain di Indonesia, yang telah menghentikan atraksi tunggang gajah demi prioritas kesejahteraan satwa serta pengembangan pengalaman edukatif bagi pengunjung.
Meskipun aktivitas gajah tunggang dihentikan, Semarang Zoo tetap memberikan pengalaman interaksi bersama satwa dengan kegiatan non-tunggang yang dinilai lebih edukatif.
“Kami tetap memberikan aktivitas non-tunggang seperti elephant feeding (memberi makan gajah), foto, animal education meliputi daily activity, daily treatment serta animal encounter,” sebutnya.
Sebagai lembaga konservasi yang bertanggung jawab, Semarang Zoo terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan bahwa seluruh kebijakan dan peraturan dilaksanakan secara konsisten dan transparan.
“Kami juga berkomitmen untuk mengembangkan kegiatan konservasi yang inovatif, ramah satwa, dan informatif bagi masyarakat luas,” pungkasnya.


















