Dari “Dijebak” Hingga Ketagihan: Ajak Mahasiswa Dobrak Stigma Olahraga Mahal
Disinggung tentang awal mulanya menekuni padel, Sintya menceritakan pengalaman uniknya yang sempat merasa “dijebak” saat pertama kali mengenal olahraga ini lewat ajakan ajang Media Clash.
Meskipun tidak memiliki latar belakang olahraga raket (racket sport), pengalaman di cabang olahraga basket membantunya beradaptasi dengan cepat.
“Awalnya aku main pickleball, terus diajak main padel di Media Clash. Dari situ langsung ketagihan sampai detik ini belum berhenti. Padel itu seru banget,” katanya.
Mengenai anggapan bahwa padel adalah olahraga yang mahal, Sintya menilai hadirnya tempat seperti Durian Padel mampu menghapus stigma tersebut, khususnya bagi kalangan mahasiswa Undip dan sekitarnya.
“Dulu aku juga mikir padel itu overpriced. Tapi makin ke sini makin banyak fasilitas yang affordable tapi tetap mementingkan kenyamanan, salah satunya di sini. Padel ini olahraga yang adiktif dan gampang banget buat adaptasi. Buat teman-teman mahasiswa, coba saja dulu. Kalau kata orang, tak kenal maka tak sayang,” pesan Sintya.
Sintya menyampaikan harapannya agar perkembangan olahraga padel di Tanah Air terus menunjukkan tren positif. “Harapannya, Indonesia bisa merajai perpadelan,” pungkasnya.


















