MATASEMARANG.COM – Beberapa kali BRT Trans Semarang masuk dalam pembicaraan warga hingga menjadi bahasan yang ramai di media sosial.
Tidak hanya sisi positif BRT Trans Semarang, pembahasan kerap kali menyasar kekurangan yang dimiliki oleh transportasi massal di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.
Salah satu yang menjadi sorotan masyarakat adalah gas buang armada BRT Trans Semarang yang dianggap mengganggu.
Bahkan BRT Trans Semarang sempat mendapatkan julukan sebagai cumi-cumi darat.
Julukan tersebut teralamatkan kepada armada BRT Trans Semarang yang mengeluarkan asap tebal saat melakukan akselerasi di jalanan.
Warga menganggap hal itu mirip dengan seekor cumi-cumi yang sedang melindungi dirinya dari pemangsa dengan mengeluarkan tinta hitam di belakangnya untuk mengaburkan pandangan musuh.
Menanggapi hal keluhan masyarakat, Komisi C DPRD Kota Semarang mendatangi garasi BRT Trans Semarang koridor V jurusan Meteseh – PRPP.
Dalam kunjungan tersebut, Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang HM Rukiyanto mengatakan pihaknya berdiskusi dengan Dishub Kota Semarang untuk mencarikan solusi atas problem yang dialami masyarakat.
“Kami ke garasi armada BRT Trans Semarang untuk menindaklanjuti masukan dari masyarakat soal cumi-cumi darat,” katanya, Selasa 1 Juli 2025.
Dalam kunjungannya, pihak Dishub rupanya sedang melakukan uji dengan memasang alat Ramp Jet.
Rukiyanto melihat sendiri uji emisi armada BRT Trans Semarang yang telah menggunakan alat inovasi dari Dishub Kota Semarang.
Alat ini dikatakan bisa mengurangi gas buang yang selama ini dikeluhkan masyarakat.


















