Data tersebut belum memasukkan kebakaran TPA Jatibarang yang terjadi pada 30 September.
Di tengah kondisi tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pencegahan kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan petugas, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
“Yang jelas kita menggandeng seluruh komponen masyarakat. Tapi yang lebih utama adalah mendidik masyarakat,” kata Luthfi, Kamis, 1 Oktober 2026.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pada musim kemarau. Menurutnya, hal sederhana seperti membuang puntung rokok sembarangan maupun meninggalkan lahan yang sedang dibakar tanpa pengawasan dapat memicu kebakaran dan memperluas dampaknya.
“Tidak boleh sembarangan buang puntung rokok. Kemudian kalau membakar lahan ditungguin, tidak ditinggal dan lain sebagainya,” ujarnya.
Luthfi menambahkan bahwa penanganan kebakaran membutuhkan kolaborasi lintas instansi dan seluruh elemen masyarakat, dan dalam kondisi tertentu penanganan juga dapat diperkuat dengan dukungan pemerintah pusat.


















