Unsoed Gandeng Baznas Hadirkan Pelatihan Berbasis Zakat di Desa Melung

Unsoed dan Baznas menggelar pelatihan berbasis Zakat di Desa Melung Selasa, 18 November 2025 (foto: Humas Unsoed)
Unsoed dan Baznas menggelar pelatihan berbasis Zakat di Desa Melung Selasa, 18 November 2025 (foto: Humas Unsoed)

“Unsoed bersama Baznas Kabupaten Banyumas berikhtiar menghadirkan program yang tidak hanya memulihkan kondisi gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Kami ingin masyarakat Desa Melung semakin maju, sehat, dan mampu memproduksi pangan bergizi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ketua Baznas Banyumas, Hj. Khasanatul Mufidah, SH dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Unsoed dan seluruh pihak yang berkolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan ini.

Beliau menekankan bahwa pemanfaatan dana zakat melalui program pemberdayaan seperti ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi mustahik.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Dinsos Kota Semarang: Sekolah Rakyat Sementara Bertempat di Gedung BBPVP

“Kami mengapresiasi kolaborasi yang sangat baik dengan Unsoed. Melalui pemanfaatan dana zakat untuk pemberdayaan, kami berharap masyarakat dapat merasakan manfaat langsung, baik dalam peningkatan kesehatan gizi maupun dalam penguatan ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Unsoed dan Baznas Banyumas juga menyerahkan bantuan berupa bibit tanaman herbal dan hewan ternak seperti ayam dan beberapa perlengkapan lainnya kepada masyarakat Desa Melung.

Bantuan ini diharapkan dapat menjadi modal usaha produktif bagi mustahik sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga. Peserta pelatihan tidak hanya mendapatkan materi terkait teknologi klinik gizi, tetapi juga pendampingan mengenai teknik produksi pangan herbal, pengolahan higienis, hingga strategi pemasaran sederhana berbasis potensi lokal.

BACA JUGA  Unsoed Siap Jadi Percontohan Kampus Aman Nir-Kekerasan

Tidak hanya fokus pada edukasi gizi, kegiatan ini juga memperkenalkan pelatihan pembuatan produk herbal bernilai ekonomi. Dr. Eka Prasasti Nur Rachmani, S.Si., Apt., M.Sc., memandu secara langsung pelatihan pembuatan jahe instan, mulai dari proses pengolahan yang higienis hingga teknik pengemasan sederhana. Peserta turut mempraktikkan langkah-langkah pembuatannya sehingga dapat menguasai proses produksi secara mandiri. Produk jahe instan ini diharapkan dapat dijadikan peluang usaha rumah tangga, sehingga masyarakat tidak hanya mengonsumsi produk sehat, tetapi juga dapat menjadikannya sumber pendapatan untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

Pos terkait