MATASEMARANG.COM – Putri, warga Kampung Sanggung, Kelurahan Jatingaleh Kecamatan Candisari mendatangi SDN Jatingaleh 01 Kota Semarang untuk mendaftarkan anaknya yang akan masuk ke Sekolah Dasar (SD) pada sistem penerimaan murid baru (SPMB) 2026.
Putri sengaja datang langsung ke SD yang menjadi pilihan untuk anaknya, karena ia gagal melakukan pendaftaran secara online di website spmb.semarangkota.go.id.
“Sudah online tapi gagal makanya saya langsung ke sekolahan,” kata Putri, Senin, 8 Juni 2026.
Ia mengaku dengan datang ke satuan pendidikan maka bisa mendapatkan informasi dengan jelas, dibandingkan informasi yang ada di website.
“Biar jelas informasinya kalau lewat online tidak terlalu jelas kalau ini kan tatap muka jadi jelas,” jelasnya.
Ia menjelaskan gagal mendaftar melalui sistem online karena data siswa belum masuk dalam data base Dinas Pendidikan Kota Semarang.
“Data base tidak terdaftar nomor induknya ke data Disdik. Ini di sekolahan juga masih gagal, tapi saya ninggal nomer HP nanti dihubungi kalau sudah bisa,” kata dia.
Ia mengaku memilih SDN Jatingaleh 01 untuk anaknya karena Putri sendiri merupakan lulusan tersebut sekaligus lebih dekat dengan rumah.
“Saya lulusan sini, ponakan juga lulusan sini. Lagian dekat rumah,” tandasnya.
Kepala Sekolah SDN Jatingaleh 01 Sutikno mengatakan pada hari pertama SPMB dibuka, sudah lebih dari 50 siswa yang mendaftar baik online maupun offline.
“Antusias masyarakat yang mendaftar ke sini itu tinggi setiap tahunnya. SD Jatingaleh jadi pilihan utama, apalagi di daerah sini padat penduduk,” kata Sutikno.


















