Disdik Kota Semarang: Kuota Afirmasi Tak Kurangi Jatah Reguler

Kepala Dinas pendidikan Kota Semarang Muhammad Ahsan. (matasemarang.com/Lia Dina)
Kepala Dinas pendidikan Kota Semarang Muhammad Ahsan. (matasemarang.com/Lia Dina)

MATASEMARANG.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang baru saja melakukan sosialisasi Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) 2026/2027 melalui zoom meeting dan disiarkan dalam kanal YouTube Dinas Pendidikan Kota Semarang pada Jumat, 5 Juni 2026.

Pendaftaran SPMB jenjang TK dan SD negeri dan swasta gratis dibuka pada 8-12 Juni 2026. Sedangkan untuk jenjang SMP negeri dan swasta gratis pada 22-26 Juni 2026. Semua pendaftaran SPMB dilakukan secara daring melalui website spmb.semarangkota.go.id.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang M. Ahsan mengatakan sistem dan regulasi SPMB 2026/2027 sudah 100 persen siap. Namun memang pada SPMB tahun ajaran 2026/2027, ada yang berbeda yakni sekolah swasta gratis mulai dari TK, SD dan SMP yang sudah terintegrasi masuk dalam SPMB.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Banjir Ngaliyan Jadi Pelajaran, Disperkim Kota Semarang Kebut Sinkronisasi Drainase Hulu hingga Hilir

“Yang mencolok atau yang berbeda pada tahun ini, kami menyertakan sekolah-sekolah swasta gratis mulai TK sampai SMP yang sudah terintegrasi dalam sistem, jadi bisa dipilih secara online,” kata Ahsan, Jumat, 5 Juni 2026.

Sekolah swasta gratis tersebut hanya bisa dipilih oleh siswa kurang mampu yang datanya sudah disinkronkan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sehingga siswa kurang mampu akan mendapat dua pilihan yakni sekolah negeri dan swasta gratis.

“Jadi, masyarakat yang anak-anak dari keluarga tidak mampu nanti bisa kami perkuatkan afirmasinya baik di sekolah negeri maupun di sekolah swasta gratis yang menyediakan kuota sebanyak lebih dari 6.000 untuk tiga jenjang bagi sekolah swasta,” jelasnya.

BACA JUGA  Ini 7 Nama Bakal Calon Ketua DPC PKB Kota Semarang

Ahsan menjelaskan jalur afirmasi bagi TK sebanyak 20 persen, bagi SD sebanyak 20 persen dan 25 persen untuk SMP. Jalur afirmasi ini tidak hanya diisi siswa tidak mampu saja namun juga anak berkebutuhan khusus (ABK).

Pos terkait