Ahsan menegaskan jalur afirmasi yang memiliki tambahan kuota sekolah swasta gratis ini tidak akan mengurangi kuota tiga jalur lainnya yakni jalur domisili, prestasi dan mutasi.
“Kita tambah sekolah swasta gratis tapi tidak akan mengurangi jatah jalur yang lain. Misalnya saja, untuk jalur domisili TK memiliki jatah 70 persen, jenjang SD juga 70 persen dan jenjang SMP 40 persen. Jadi tidak terkurangi dengan adanya penguatan afirmasi anak miskin ini karena kita kuatkan di sekolah swasta gratisnya,” kata dia.
Sementara itu untuk Kelas Khusus Olahraga (KKO) yang bekerjasama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang juga telah disiapkan kuota 1 rombongan belajar (rombel) dengan 32 siswa di SMP Negeri 3 Semarang. KKO ini nantinya juga akan masuk di jalur afirmasi.
“Seleksi untuk KKO ini sudah dilakukan, jadi anak-anaknya tinggal mendaftar saja, dan kami siapkan 1 rombel isi 32 siswa di SMP N 3,” jelasnya.
Sedangkan untuk ABK, juga telah dilakukan pra-SPMB dan selanjutnya akan mengikuti tahapan pendaftaran sesuai jadwal pada jalur afirmasi.
“Nanti pada saat SPMB dilaksanakan bersama dengan yang lain, nah anak berkebutuhan khusus yang sudah kami pastikan dia berkebutuhan khusus dengan SK yang sudah kami keluarkan tinggal penempatan (sekolah). Jadi silakan yang ABK kemarin sudah pra-SPMB dan sudah masuk SK nanti di hari pendaftaran datang ke Dinas Pendidikan Kota Semarang di loket khusus ABK nanti dilayani untuk penempatannya. Jadi mereka langsung ya istilahnya tidak bersaing ya berarti,” terangnya.


















