Anak Perlu Memahami Perbedaan Bercanda dan Merundung

Mahasiswa KKN UIN Walisongo bersama Dinsos P2PA Demak sosialisasi anti bullying di SDN Ngegot, Kamis 4 Juni 2026 (foto: Pemkab Demak)
Mahasiswa KKN UIN Walisongo bersama Dinsos P2PA Demak sosialisasi anti bullying di SDN Ngegot, Kamis 4 Juni 2026 (foto: Pemkab Demak)

MATASEMARANG.COM – Mahasiswa KKN Reguler Angkatan 86 Posko 12 Desa Ngegot UIN Walisongo Semarang melaksanakan kampanye dan sosialisasi anti perundungan atau bullying serta kekerasan seksual di SDN Ngegot, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak.

Kegiatan ini menggandeng Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P2PA) Kabupaten Demak sebagai narasumber. Sosialisasi diikuti siswa kelas 3 hingga 6 dengan tema “Pahlawan Cilik: Sayangi Teman, Jaga Diri, dan Stop Bullying!”.

Analis Kebijakan Ahli Muda sekaligus Ketua Tim Kualitas Hidup Anak Dinsos P2PA Demak Siti Lestariyanti menjelaskan bahwa bullying dapat berupa ejekan, pengucilan, hingga kekerasan fisik yang berdampak pada mental dan emosional anak.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Rem Tak Berfungsi, Truk Hantam 9 Kendaraan di Bawen

“Anak-anak perlu memahami perbedaan antara bercanda dan perundungan, serta berani melapor kepada guru atau orang tua,” katanya, Kamis 4 Juni 2026.

Selain itu, siswa juga diberi pemahaman tentang menjaga diri dari kekerasan seksual.

Anak-anak dikenalkan batas tubuh pribadi yang tidak boleh disentuh sembarangan dan diajarkan keberanian untuk mengatakan “tidak” jika merasa tidak nyaman.

Materi disampaikan secara interaktif melalui dongeng, animasi edukatif, permainan, dan kuis agar mudah dipahami.

Kegiatan diawali dengan ice breaking untuk membangun suasana ceria, lalu ditutup dengan kuis interaktif hingga pembagian hadiah untuk para peserta.

BACA JUGA  PAD Semarang 2025 Lampaui Target, Tembus Rp686 Miliar

Pos terkait