MATASEMARANG.COM — Sejumlah personel Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang berjaga di tepi jalan tepat di pertigaan Jrakah untuk menghadang satu per satu truk sumbu tiga yang hendak melintasi tanjakan Silayur menuju kawasan industri BSB City.
Penertiban ini dilakukan untuk mencegah tragedi kecelakaan tanjakan Silayur kebal terulang di jalur yang belakangan ini menjadi sorotan akibat beberapa insiden kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat.
Selama sepekan terakhir, para petugas berjaga hampir tanpa henti. Dengan isyarat tangan yang tegas namun tetap humanis, mereka memutar balik kendaraan besar yang melanggar aturan melintas di siang hari.
Upaya itu rupanya tak luput dari perhatian masyarakat. Alih-alih mengeluh karena arus lalu lintas yang sesekali tersendat, warga justru menunjukkan empati dan dukungan.
Salah satunya datang dari Ahsana Nadia, mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang juga merupakan warga Ngaliyan. Menurutnya, langkah Dishub tersebut menjadi solusi nyata untuk menekan risiko kecelakaan.
“Menurutku program itu bagus untuk direalisasikan untuk saat ini, apalagi banyak sekali korban-korban yang terjadi kecelakaan beberapa waktu lalu. Harusnya itu bisa konsisten diterapkan sampai nanti. Intinya diterapkan saja, tidak boleh pas awal-awal doang,” kata Nadia, Minggu, 26 April 2026.
Bagi Nadia, kehadiran petugas di lapangan menjadi bukti bahwa pemerintah serius menjaga keselamatan masyarakat, khususnya pengguna jalan di kawasan rawan kecelakaan.
Ia berharap kebijakan tersebut tidak berhenti sebagai program sementara, melainkan menjadi aturan yang diterapkan secara konsisten.


















