Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi memastikan bahwa nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat telah rampung dan dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada Jumat, 19 Juni.
“Kesepakatan final akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB,” tulis Mehr mengutip isi rancangan nota kesepahaman tersebut.
Berdasarkan rancangan tersebut, Amerika Serikat juga berkomitmen untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Iran serta menghormati kedaulatan Republik Islam Iran.
Selain itu, rancangan tersebut mengatur bahwa pembukaan Selat Hormuz baru akan dilakukan dalam waktu 30 hari setelah nota kesepahaman ditandatangani oleh kedua pihak.
Iran Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyebut kesepakatan damai Amerika Serikat dengan Iran mencantumkan jaminan bahwa Teheran tak akan pernah memiliki senjata nuklir.
“Hal itu berarti Iran tak akan pernah memiliki senjata nuklir dan tidak berkeinginan bersenjata nuklir, serta mencoba pengadaan atau membelinya pun tak akan boleh. Hal ini tercantum dalam kesepakatan damai,” kata Vance kepada Fox News.
Wapres AS memastikan Washington akan mengawasi kepatuhan Iran terhadap kesepakatan damai tersebut, tetapi ia tak merinci apa yang Teheran akan dapatkan sebagai imbal balik.
“Ada pendekatan di mana kita akan memverifikasinya dan di mana ada keuntungan konkret bagi Iran jika mereka memenuhi kewajiban mereka,” kata dia.
Dia menambahkan bahwa kepatuhan Iran terhadap kesepakatan damai akan memicu transformasi mendasar bagi Timur Tengah untuk masa 50 tahun ke depan, dan menjadikan kawasan tersebut semakin ramah bagi investasi.















