Selain pelatihan sesuai potensi, meraka juga dipertemukan dengan akademisi hngga wirausaha. Saat ini jumlah kecamatan berdaya sudah ada empat kecamatan di tiap kabupaten dan kota.
“Ini role model. Bupati dan wali kota nantinya bikin SK (Surat Kelutusan) kecamatan mana yang akan ditugaskan,” jelasnya.
Ia memastikan, semua kelompok masyarakat diperhatikan, termasuk anak-anak muda potensial.
Ketua Tim Koordinasi Kecamatan Berdaya Provinsi Jateng, Nawal Arafah Yasin mengatakan, program ini menyatukan komitmen berbagai sumberdaya.
Mulai dari pemerintahan, desa, kelurahan, masyarakat, perguruan tinggi, dan dunia usaha untuk memberayakan perempuan, anak, disabilitas, dan anak anak muda.
Program tersebut juga bertujuan mengintegrasikan aspirasi serta hak-hak dalam perencanaan pembangunan.
“Melalui Program Kecamatan Berdaya, Gubernur dan Wakil Gubermur memperhatikan kelompok rentan, perempuan, anak, disabiliitas, dan anak muda kreatif dalam pembangunan Jateng,” kata Nawal yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Jateng ini.
Nawal melanjutkan, program Kecamatan Berdaya juga telah dikomunikasikan ke pemerintah pusat.
Tingginya pertisipasi dan peran aktif perempuan, anak, disabilitas dan anak-anak muda kreatif menjadi nilai plus. Program ini jadi best practice program nasional.
Sememtara itu, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Hartono memberikan dukungan penuh pada program tersebut. Sebab, telah sejalan dengan program kampus.
Dukungan yang diberikan UNS bisa dalam bentuk pelatihan, pola asuh keluarga, hingga siap terjunkan mahasiswa KKN di daerah.


















