MATASEMARANG.COM – Bank Indonesia Jawa Tengah mendorong UMKM unggulan daerah agar mampu menembus pasar ekspor melalui ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026.
Sebanyak 75 UMKM hasil kurasi akan tampil dalam pameran UMKM Grande yang digelar bersamaan dengan forum investasi pada 11–12 Mei 2026 di Hotel PO Semarang.
Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah M Noor Nugroho menyebut kurasi dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan kualitas produk, kapasitas produksi, serta konsistensi usaha.

“Ada sekitar 75 UMKM yang sudah kita kurasi. Produknya beragam, mulai dari fesyen, wastra, kerajinan, home decor, furnitur, hingga kopi. Sebagian diarahkan untuk pasar ekspor sehingga harus memenuhi standar tertentu,” ujarnya.
Menurutnya, langkah ini penting agar UMKM Jawa Tengah tidak hanya memperluas pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.
“Proses kurasi mempertimbangkan standar kualitas agar produk UMKM bisa diterima di luar negeri,” tambahnya.
Selain pameran UMKM, CJIBF 2026 juga menghadirkan forum investasi dengan target komitmen awal (letter of interest/LoI) dari 30 investor.
Skema one-on-one meeting disiapkan untuk mempertemukan investor dengan pemilik proyek strategis di Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan agar momentum ini dimanfaatkan maksimal, apalagi bersamaan dengan agenda Rapat Kerja Gubernur Mitra Praja Utama (MPU).
“Sudah bagus, itu kan bareng dengan acara Gubernur MPU. Coba diatur sekalian agar bisa diajak ke CJIBF. Kalau ada gala dinner juga bisa digabungkan,” katanya.


















