Jejak Harum Aroma Kopi Legendaris dari Wotgandul Semarang

Komitmen pada kopi lokal dan kualitas

Dharma menegaskan seluruh kopi yang dijual merupakan kopi asli Indonesia yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua, dengan jumlah sekitar 50 jenis biji kopi.

“Kami tidak menjual kopi impor. Semua dari Indonesia,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  "Banteng" Kota Semarang di Persimpangan: Perjudian Struktur Baru dan Risiko Deelektoralisasi

Menurut dia, keputusan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap petani kopi dalam negeri sekaligus upaya memaksimalkan potensi kopi lokal yang dinilai tidak kalah dengan kopi luar negeri.

“Kalau soal rasa, kopi kita tidak kalah. Kami ingin hasilnya kembali ke petani Indonesia,” katanya.

Ia menilai perkembangan industri kopi saat ini semakin pesat, didorong oleh kemajuan distribusi serta keterlibatan generasi muda yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang pertanian.

“Sekarang banyak anak muda yang terjun dengan ilmu. Jadi pengolahan kopi lebih berkembang,” ujarnya.

BACA JUGA  Kaesang Kembali Terpilih Jadi Ketua Umum PSI

Beragam metode pengolahan kopi, seperti proses basah, kering, hingga fermentasi dengan variasi waktu, turut menghasilkan karakter rasa yang semakin beragam.

“Sekarang satu jenis kopi bisa punya banyak rasa tergantung prosesnya,” katanya.

Tradisi, edukasi, dan pengalaman menikmati kopi

Di tengah perkembangan industri kopi modern, Dharma Boutique Roastery tetap mempertahankan metode sangrai manual menggunakan mesin berusia sekitar 100 tahun yang masih digunakan hingga kini dengan tambahan motor penggerak.

“Kami masih pakai cara manual. Hasilnya tidak kalah, tapi sekarang lebih berbasis ilmu,” ujar Dharma.

BACA JUGA  Tips Memilih dan Mengombinasikan Warna Interior Rumah agar Terasa Nyaman

Ia menambahkan, pihaknya tidak mengutamakan harga murah, melainkan kualitas produk yang dihasilkan.

Pos terkait