Salatiga Kota Paling Toleran; Semarang, Magelang, dan Tegal Masuk 10 Besar

Salatiga
Pengendara sepeda motor melintasi mural keberagaman dan toleransi di Kota Salatiga

MATASEMARANG.COM – Setara Institute meluncurkan Laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 untuk mempromosikan praktik baik toleransi di Indonesia. Hasilnya, Setara menetapkan Salatiga sebagai kota paling toleran.

​Laporan yang dirilis ini merupakan publikasi kesembilan kalinya sejak IKT pertama kali dipublikasikan pada tahun 2015. Direktur Eksekutif Setara Institute Halili Hasan dalam Peluncuran dan Penghargaan IKT 2025 di Jakarta, Rabu (22/4) memaparkan sejumlah dinamika dalam peta toleransi nasional.

​Berdasarkan hasil studi, 10 kota dengan skor toleransi tertinggi secara berurutan diraih oleh Salatiga, Singkawang, Semarang, Pematang Siantar, Bekasi, Sukabumi, Magelang, Kediri, Tegal, dan Ambon.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Luhut: Menkeu Tak Usah Alihkan Anggaran MBG untuk Program Lain

​”Masuknya Kota Tegal dan Kota Ambon dalam 10 skor teratas IKT 2025 menandai dinamika penting dalam peta toleransi nasional,” ujar Halili mengomentari hasil pemeringkatan tersebut.

Halili menjelaskan bahwa Tegal mencatatkan kenaikan peringkat yang sangat signifikan, yakni melompat dari peringkat 39 pada IKT 2024 menjadi peringkat 9 pada tahun ini. Kemajuan Kota Tegal tersebut salah satunya ditopang oleh fondasi regulasi berupa Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama.

​Selain membahas kota dengan capaian terbaik, Halili juga menyoroti kondisi kota-kota yang berada di posisi terbawah dan urgensi pembenahan ekosistem toleransi di wilayah tersebut.

BACA JUGA  Mencuat "War" Tiket Haji, Ini Peringatan Ketua Komisi VII DPR

​”Secara garis besar, kota-kota pada peringkat 10 besar kota dengan skor terendah pada IKT 2025 masih menghadapi tantangan pada aspek kepemimpinan politik (political leadership) dan kepemimpinan birokrasi (bureaucratic leadership) yang kurang kondusif dalam pemajuan toleransi,” kata Halili menegaskan.

Pos terkait