“Kami tidak menjual murah, tapi juga tidak menaikkan harga semaunya. Harga sesuai kualitas,” katanya.
Pengalaman berkunjung ke lokasi boutique kopi ini juga menawarkan sensasi tersendiri. Area duduk didominasi ruang terbuka dengan halaman berpaving yang dikelilingi tanaman hijau dan pepohonan rindang, menciptakan suasana teduh dan nyaman. Bangunan yang masih mempertahankan arsitektur lama dengan jendela klasik dan atap genteng turut memperkuat kesan historis yang menyatu dengan aktivitas modern.
Pengunjung dapat duduk di meja dan kursi kayu sederhana sambil menikmati suasana yang tenang, jauh dari kesan kafe modern yang serba ramai.
Di lokasi tersebut, tersedia sekitar 50 jenis biji kopi dari berbagai daerah di Indonesia yang tersusun rapi. Sebelum membeli, pengunjung diperbolehkan mencium aroma biji kopi secara langsung untuk mengenali karakter masing-masing varian.
Para barista juga aktif memberikan penjelasan mengenai asal-usul, proses pengolahan, hingga cita rasa kopi, sehingga proses pembelian menjadi lebih informatif.
Pendekatan tersebut menjadikan kunjungan tidak hanya sebagai aktivitas membeli kopi, tetapi juga pengalaman edukatif bagi penikmat kopi.
“Kami hanya mengenalkan. Soal tertarik atau tidak, itu kembali ke masing-masing,” ujar Dharma.
Ia menyebut edukasi menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman terhadap kopi, baik bagi pekerja maupun pengunjung.
“Awalnya tidak tahu, tapi belajar dari pengalaman. Sekarang mereka (barista) malah lebih pintar dari saya,” kata Dharma.


















