Banjir Ngaliyan Jadi Pelajaran, Disperkim Kota Semarang Kebut Sinkronisasi Drainase Hulu hingga Hilir

Perbaikan saluran di permukiman warga (foto: Disperkim Kota Semarang)
Perbaikan saluran di permukiman warga (foto: Disperkim Kota Semarang)

Murni menambahkan, keberhasilan dalam memangkas titik-titik genangan ini sangat bergantung pada sinkronisasi program antar-instansi serta partisipasi aktif dari masyarakat.

“Kami di Disperkim terus memastikan drainase di permukiman warga terhubung dengan baik ke saluran sekunder dan primer. Namun, upaya teknis ini akan sia-sia tanpa adanya kesadaran warga. Langkah sederhana seperti menjaga saluran lingkungan bebas dari sampah dan rutin melakukan kerja bakti pembersihan saluran memiliki dampak yang sangat besar dalam mencegah genangan,” urai Murni.

BACA JUGA  TPS Ilegal di Rowosari Ganggu Warga, Begini Langkah Pemkot Semarang

Sebagai bagian dari langkah taktis ke depan, Pemerintah Kota Semarang bersama seluruh pemangku kepentingan telah menyusun strategi penanganan terpadu yang meliputi:

Bacaan Lainnya
  1. Prioritas Penanganan: Memetakan dan mengeksekusi langsung lokasi-lokasi genangan kritis.
  2. Konektivitas Drainase: Memastikan aliran air lancar tanpa sumbatan dari selokan warga (tersier) hingga ke sungai besar (primer).
  3. Normalisasi & Pemeliharaan: Melakukan pengerukan sedimen secara berkala di semua tingkatan saluran.
  4. Konservasi Air: Meningkatkan kapasitas tampungan air dan memperluas daerah resapan di wilayah atas.
  5. Edukasi Publik: Mengajak masyarakat terlibat aktif dalam menjaga kebersihan infrastruktur air di lingkungan sekitar.
  6. Regulasi Ketat: Menerapkan pengendalian limpasan air melalui konsep Zero Delta Q agar pembangunan baru tidak menambah beban debit air ke hilir.
BACA JUGA  Ada Bengkel Gratis Khusus Ojol di Pos Lantas Simpang Lima

Pemkot Semarang juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dengan terus memantau prakiraan cuaca dari BMKG serta memanfaatkan akses kedaruratan melalui BPBD Kota Semarang jika terjadi situasi darurat.

Melalui komitmen kolaborasi ini, Kota Semarang optimis dapat terus meningkatkan ketahanan kota terhadap risiko banjir secara bertahap dan berkelanjutan.

Pos terkait