BI Targetkan Serap Rp3,62 Miliar Uang Lusuh di Kepulauan Karimunjawa

BI Jateng dan Lanal Semarang melepas ERB Karimunjawa Jumat 8 Mei 2026 (foto: Bank Indonesia Jawa Tengah)
BI Jateng dan Lanal Semarang melepas ERB Karimunjawa Jumat 8 Mei 2026 (foto: Bank Indonesia Jawa Tengah)

MATASEMARANG.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut (Lanal Semarang) melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Karimunjawa 2026 pada Jumat, 8 Mei 2026.

Menggunakan kapal perang KRI Hiu, ekspedisi yang berlangsung selama empat hari (8–11 Mei 2026) ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan uang Rupiah layak edar di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah M Noor Nugroho menjelaskan bahwa ekspedisi tahun ini merupakan penyelenggaraan ketiga kalinya di wilayah Karimunjawa.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  UNDIP dan National University of Singapore Gali Biodiversitas Karimunjawa

Tim ekspedisi dijadwalkan menyambangi lima desa/dusun di empat pulau, yakni:

  • Desa Karimunjawa (Pulau Karimunjawa)
  • Desa Kemujan (Pulau Karimunjawa)
  • Pulau Parang
  • Pulau Nyamuk
  • Pulau Genting

“Kehadiran kami di pulau-pulau ini bukan sekadar urusan transaksi, melainkan simbol bahwa negara hadir melalui Rupiah. Kami memastikan masyarakat di wilayah 3T mendapatkan kualitas uang yang sama baiknya dengan di kota besar,” ujar M. Noor Nugroho di sela pelepasan ekspedisi.

Salah satu misi utama ERB 2026 adalah penerapan clean money policy atau kebijakan uang layak edar.

BACA JUGA  Kementerian Keuangan Buru dan Tagih 200 Wajib Pajak Besar dan Ribuan Penunggak

BI Jateng menargetkan penyerapan uang tidak layak edar (lusuh, rusak, atau cacat) dari masyarakat sebesar Rp3,62 miliar.

M. Noor Nugroho menuturkan bahwa penukaran ini sangat krusial untuk mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di wilayah kepulauan.

“Kami membawa uang baru yang segar untuk menggantikan uang tidak layak edar milik masyarakat yang kami targetkan mencapai Rp3,62 miliar. Ini adalah bentuk nyata kedaulatan bangsa. Rupiah adalah satu-satunya alat pembayaran sah, dan menjaganya dalam kondisi baik adalah kewajiban kita bersama sebagai simbol kehormatan negara,” terangnya.

Pos terkait