MATASEMARANG.COM – Sekolah Rakyat yang merupakan program pemerintah pusat akan dibangun di berbagai wilayah di Indonesia termasuk di Kota Semarang.
Daerah Rowosari, Kecamatan Tembalang terpilih sebagai lokasi yang akan dibangun Sekolah Rakyat di Kota Semarang.
Dari total 6,5 hektare lahan yang disiapkan untuk sekolah rakyat, 1,9 hektar di antaranya adalah lahan pertanian berkelanjutan dengan area produksi padi.
“Kalau dilihat dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)-nya, memang sebagian area yang akan digunakan untuk sekolah rakyat ini adalah lahan hijau,” kata Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang, Shoti’ah, Senin, 28 Juli 2025.
Adanya Sekolah Rakyat memang didukung penuh olehnya yakni sebagai program strategis pendidikan namun pihaknya juga menyadari konversi lahan hijau akan bisa berdampak pada penurunan produksi pertanian.
Dari perhitungan yang dilakukan oleh Dispertan, alih fungsi lahan seluas 1,9 hektare akan bisa mengurangi potensi hasil panen hingga 26,79 ton padi per musim tanam.
Sehingga jika dalam satu tahun ada dua musim tanam, maka potensi panen yang akan hilang mencapai 53,58 ton setahun.
“Namanya potensi produksi, pasti berkurang. Pemerintah kota juga sudah menyiapkan lahan pengganti agar produktivitas pertanian tetap terjaga,” beber Oti, sapaan akrabnya.
Dengan adanya kendala ini, Oti mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu hasil kajian dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) guna memastikan langkah selanjutnya.
Nantinya jika kajian telah selesai maka pihaknya akan segera mengajukan permohonan alih fungsi lahan kepada Kementerian Pertanian.


















