MATASEMARANG.COM – Gedung Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) di Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang pembangunannya ditargetkan selesai pada 10 Juli 2026 dan akan digunakan untuk proses belajar mengajar mulai tahun ajaran baru 2026/2027.
Diketahui daya tampung sekolah rakyat setiap tahunnya adalah 270 siswa, dengan rincian setiap jenjangnya yakni SD, SMP dan SMA masing-masing sebanyak 90 siswa.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang Agus Junaedi menyebutkan saat ini kebutuhan siswa untuk SMP dan SMA yang akan masuk ke SRT sudah mencukupi. Namun untuk jenjang SD, dari kuota 90 siswa, baru ada 37 siswa yang rencananya akan masuk ke SRT.
Dengan kondisi tersebut, pihaknya menggandeng Kecamatan, Kelurahan, PKH, PSM untuk menjangkau calon peserta didik sekolah rakyat jenjang SD sesuai dengan DTKS di desil 1 dan 2.
“SD ini masih kurang 53 siswa kami akan turun langsung jadi jemput bola dan mengedukasi masyarakat desil 1-2 yang memiliki anak usia sekolah terutama SD untuk masuk di sekolah rakyat,” kata Agus, Rabu, 24 Juni 2026.
Sebelumnya pihaknya juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat desil 1 dan 2 yang memilik anak usia sekolah agar anak-anaknya bisa bersekolah di sekolah rakyat secara gratis dengan berbagai fasilitas.
Ia mengatakan rata-rata orang tua enggan menyekolahkan anaknya di sekolah rakyat terutama jenjang SD karena belum siap melepaskan anak-anaknya untuk tinggal di asrama apalagi jarak lokasi sekolah rakyat cukup jauh dari pusat kota.
“Kami perlu edukasi lagi karena orang tua terutama siswa SD yang agak keberatan karena masuk asrama, kami edukasi bahwa tiap hari boleh menjenguk dan nantinya akan ada surat pernyataan dari orang tua yang akan menyekolahkan anaknya di SRT,” terangnya.


















