MATASEMARANG.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Handi Priyanto mengecek progres pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) di kawasan Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang pada Rabu, 24 Juni 2026.
Dari hasil pengecekan di lapangan, Handi menyebut progres pembangunan SRT sudah mencapai 90 persen. Ruang kelas, asrama, dapur, toilet hingga masjid sudah terbangun.
Menurutnya, 10 persen sisanya hanya tinggal menambahkan beberapa fasilitas pelengkap seperti taman, perlatan masak dan berbelanja sarana.
Sekolah yang dibangun dengan APBN di lahan seluas 6,5 hektare ini ditargetkan selesai pada 10 Juli 2026 dan siap digunakan untuk pembelajaran pada tahun ajaran baru 2027/2028 pada 14 Juli 2026 mendatang.
“Saat ini sudah 90 persen selesai estimasi selesai 100 persen 10 Juli 2026. Saya lihat masih banyak printilan yang harus disiapkan sebelum anak-anak pindah ke sini. Termasuk kesiapan dapur, perlatan masak, asrama, kebersihan, perawatan segini luas tidak mudah,” kata Handi.
Handi juga memastikan kebutuhan operasional sekolah antara lain persiapan guru transisi juga harus disiapkan. Saat ini sambil menunggu guru dari Kementerian Sosial (Kemensos), ia meminta Dinas Pendidikan untuk menyiapkan guru transisi yang akan mengajar sementara di Sekolah Rakyat.
“Tapi apapun akan kita lakukan yang terbaik semoga SRT menjadi percontohan yang terbaik di Indonesia,” ujarnya.
Ia memastikan fasilitas di SRT sudah siap seperti air bersih yang sudah mengalir hingga tempat tidur juga sudah siap.
Nantinya yang akan mengisi SRT adalah anak-anak Kota Semarang yang tercatat dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) yakni di desil 1 dan 2. Setiap tahun ajarannya akan ada 90 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP, dan 90 siswa jenjang SMA dengan total 270 siswa setiap tahunnya.


















