Sementara itu partai final KU 10 tak kalah menegangkan, SDN Kembangarum 2 mendominasi dengan terus berupaya mendobrak benteng pertahanan lawan.
Namun, tim SDN Brumbungan berhasil membalik keadaan lewat Yumna Alishba Nazafarin, yang melakukan tendangan progresif. Gol untuk Brumbungan terjadi pada menit ketiga.
Menolak kalah, Ayra Kirana Mahestri membalas dua menit kemudian dengan membobol gawang yang dijaga Zhafira Ayunindya Putri Azhari. Skor 1-1 bertahan hingga fase turun minum.
Memasuki babak kedua, tim SDN Kembangarum 2 tak mengendurkan tempo permainan. Diwarnai tendangan bebas dari luar kotak penalti yang gagal dieksekusi Ayra Kirana, tim Kembangarum 2 kembali berupaya menggedor pertahanan Brumbungan.
Sepakan Rafifah Nabilah pada menit ke-21 gagal diantisipasi kiper Brumbungan hingga berbuah keunggulan bagi SDN Kembangarum 2 hingga wasit meniup peluit panjang.
Hasil babak final ini sekaligus menandai kali pertama kemenangan bagi SDN Karangsono 2 Mranggen di KU 10 dan MI Pagersari-Patean di KU 12. Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F Tiago mengakui, MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 2026 – 2027 sarat kejutan termasuk pemain Top Skor dengan 61 gol. Torehan tersebut menjadi gambaran bahwa persaingan di MilkLife Soccer Challenge Semarang semakin terbuka, dan harapannya mampu menembus papan atas serta bersaing memperebutkan gelar juara.
Bakat-bakat baru itu kini mulai mekar di lapangan MLSC Semarang Seri 1 2026 – 2027. Dua di antaranya, Ayra Kirana Mahestri (KU 10 dari SDN Kembangarum 2 Semarang, 39 gol) dan Maora (KU 12 dari MI Pagersari-Patean, 61 gol).


















