DP3A Siapkan “Trauma Healing” bagi Korban dan Murid SDN Kalipancur 02 Usai Insiden Penikaman

Kepala DP3A Kota Semarang Eko Krisnarto. (matasemarang.com/Lia Dina)
Kepala DP3A Kota Semarang Eko Krisnarto. (matasemarang.com/Lia Dina)

MATASEMARANG.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang akan menyiapkan pendampingan terhadap perempuan korban penikaman di lingkungan SDN Kalipancur 02 Kecamatan Ngaliyan pada Jumat, 19 Juni 2026 melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak.

Pendampingan juga tidak hanya diberikan kepada korban tapi juga anak-anak dan guru yang menyaksikan peristiwa sadis tersebut. Pasalnya, peristiwa penikaman terjadi saat kegiatan penerimaan rapor murid.

Kepala DP3A Kota Semarang Eko Krisnarto mengatakan saat ini pihaknya fokus pada pendampingan korban yang diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Niat Lerai Keributan di Medoho, Pemuda Asal Grobogan Kena Sabetan Senjata Tajam

Menurutnya, korban sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit William Booth akibat luka tikaman yang dideritanya. Namun karena tidak memerlukan rawat inap, korban telah diperbolehkan pulang dan beristirahat di rumah.

“Saat ini korban masih dalam kondisi syok berat sehingga belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut. Tim kami terus melakukan pendampingan dan akan kembali mendatangi korban setelah kondisi psikologisnya lebih stabil,” kata Eko, Sabtu, 20 Juni 2026.

Selain korban, DP3A juga menaruh perhatian terhadap anak-anak yang menyaksikan langsung aksi penikaman tersebut di lingkungan sekolah. Eko mengakui kejadian itu berpotensi menimbulkan trauma psikologis bagi para siswa.

BACA JUGA  Nilai TKA Bakal Jadi Salah Satu Parameter Jalur Prestasi pada SPMB 2026

“Kami berencana mengadakan trauma healing untuk anak-anak yang melihat kejadian tersebut. Karena sudah masuk musim liburan sekolah maka pelaksanaannya akan kami koordinasikan lebih lanjut bersama Dinas Pendidikan dan pihak sekolah,” jelasnya.

Pos terkait