MATASEMARANG.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. Purbaya menyebut kondisi fiskal Indonesia masih relatif kuat.
Purbaya dalam taklimat media di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Selasa, menjelaskan IMF dan Bank Dunia mempersiapkan dana senilai 20 miliar–30 miliar dolar AS untuk membantu negara yang membutuhkan dukungan di tengah ketidakpastian global, terutama akibat konflik Timur Tengah.
“Saya bilang sama dia (IMF dan Bank Dunia), sekarang saya belum butuh (pinjaman), karena saya sendiri punya persediaan hampir 25 miliar dolar AS (setara Rp428,77 triliun dengan kurs Rp17.150 per dolar AS),” kata Purbaya.
Tawaran pinjaman itu ia terima saat menghadiri rangkaian Pertemuan Musim Semi Dana Moneter Internasional dan Grup Bank Dunia (IMF-World Bank Spring Meeting) pada 13–17 April di Washington DC, Amerika Serikat.
Purbaya menyebut telah menyampaikan apresiasi atas penawaran pinjaman oleh kedua lembaga internasional itu. Namun, Menkeu menjamin kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini masih memadai dan belum membutuhkan dukungan.
“Saya masih punya uang sebesar 25 miliar dolar AS juga, yang kami pegang untuk negara sendiri. Mereka (IMF dan Bank Dunia), 25 miliar dolar AS untuk beberapa negara. Jadi, kondisi keuangan kita masih aman,” tuturnya.
Sebelumnya, Purbaya menyatakan bahwa IMF memuji Indonesia sebagai salah satu titik cerah atau bright spot dalam perekonomian global.


















